Blogroll

Pages

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 17 November 2011

DIODA







Dioda adalah merupakan jenis komponen pasif. Dioda memiliki dua kaki/kutub yaitu kaki anoda dan kaki katoda . Dioda terbuat dari bahan semi konduktor tipe P dan semi konduktor tipe N yang di sambungkan.
Semi konduktor tipe P berfungsi sebagai Anoda dan semi konduktor tipe N berfungsi sebagai katoda. Pada daerah sambungan 2 jenis semi konduktor yang berlawanan ini akan muncul daerah deplesi yang akan membentuk gaya barier.Gaya barier ini dapat ditembus dengan tegangan + sebesar 0.7 volt yang dinamakan sebagai break down voltage, yaitu tegangan minimum dimana dioda akan bersifat sebagai konduktor/penghantar arus listrik.
Dioda bersifat menghantarkan arus listrik hanya pada satu arah saja, yaitu jika kutub anoda kita hubungkan pada tegangan + dan kutub katoda kita hubungkan dengan tegangan – (kita beri bias maju dengan tegangan yang lebih besar dari 0.7 volt) maka akan mengalir arus listrik dari anoda ke katoda (bersifat konduktor). Jika polaritasnya kita balik (kita beri bias mundur) maka arus yang mengalir hampir nol atau dioda akan bersifat sebagai isulator.
Karena sifat dioda yang bekerja sebagai konduktor jika kita beri bias maju dan bekerja sebagai isulator pada bias mundur, maka dioda sering digunakan sebagai penyearah (rectifier) arus bolak-balik. Contoh penggunaannya adalah pada rangkaian adaptor, DC power supply (Catu Daya DC) dsb.
Simbol dioda adalah:

Menurut bahan semi konduktor yang digunakan dalam pembuatannya, dioda ada 2 jenis yaitu :
1. Dioda silikon: Dibuat dari bahan silikon.
2. Dioda germanium: Dibuat dari bahan germanium.

Jenis-jenis dioda dan penggunaannya :
- Dioda silikon: Banyak digunakan pada peralatan catu daya sebagai penyearah arus, pengaman tegangan kejut dsb. Contoh : 1N4001, 1N4007, 1N5404 dsb.
- Dioda zener: Digunakan untuk membatasi/mengatur tegangan. Contoh : zener 6.2 volt, zener 3.2 volt dsb.
- Dioda Bridge: 4 buah dioda yang dirangkai menjadi rangkaian jembatan/bridge. Banyak digunakan pada rangkaian catu daya sebagai penyearah gelombang penuh (full wave rectifier). Contoh : B40C800, kiprox pada kendaraan bermotor dsb.
Dalam pemasangannya dioda harus terpasang dengan benar, tidak boleh terbalik. Secara fisik kaki katoda ( K ) adalah kaki yang dekat dengan tanda gelang yang terdapat pada body-nya. Untuk mengetahui sebuah dioda masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO Meter. Posisikan pada Ohm meter, kasih bias maju (tap AVO + terhubung ke katoda dan – ke anoda) –> harus tersambung (jarum bergerak), kasih bias mundur –> harus tidak tersambung (jarum tidak bergerak). ‘Jika dan hanya jika’ ke-dua kriteria tsb. terpenuhi semua maka dioda tsb. masih bagus, selain itu berarti rusak (putus/bocor).
Jenis dioda yang lainnya lagi adalah LED (Light Emitting Dioda) yaitu jenis dioda yang dapat meng-emisikan (memancarkan) cahaya. Cahaya yang dikeluarkan bisa cahaya tampak (merah, kuning, hijau, biru, putih dsb.) ataupun infra merah. Untuk LED cahaya tampak biasa digunakan sebagai lampu indikator pada peralatan-peralatan elektronik atau lampu2 display,7 segment dsb., sedangkan LED infra merah biasa digunakan pada rangkaian remote control televisi, VCD/DVD player, mouse dsb. LED memiliki kelebihan yaitu konsumsi arus yang rendah (sekitar 50 mA) dan usia/life time yang panjang jika digunakan pada tegangan kerja yang sesuai (sekitar 1.5 – 3 volt DC) sehingga cocok digunakan dalam banyak penerapan. Jika tegangan yang diberikan melebihi 3 volt, LED akan berumur pendek dan bahkan bisa langsung rusak.

Cara mengukur AVO meter


Skala Mutimeter
Skala Multimeter
Cara menggunakan Multimeter
  1. Mengukur tegangan DC
    • Atur Selektor pada posisi DCV.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
    • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak  rusak.
    • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe  warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
    • Baca hasil ukur pada multimeter.
  2. Mengukur tegangan AC
    • Atur Selektor pada posisi ACV.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
    • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
    • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
    • Baca hasil ukur pada multimeter.
  3. Mengukur kuat arus DC
    • Atur Selektor pada posisi DCA.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA.
    • Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu.
    • Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat  pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti  kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung.
    • Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya.
    • Baca hasil ukur pada multimeter.
  4. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
    • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
    • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
    • Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.
  5. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
    • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka  pengali sesuai batas ukur.
    • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
    • Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.
  6. Mengecek hubung-singkat / koneksi
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu).
    • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya.
    • Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau  terminal tersebut putus.
  7. Mengecek diode
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada anoda dan probe (+) pada katoda.
    • Jika diode yang dicek berupa led maka batas ukur pada X1 dan saat dicek, led akan menyala.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar  5-20K) berarti dioda baik, jika tidak menunjuk berarti dioda  rusak putus.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (+) pada anoda dan probe (-) pada katoda.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti  dioda baik, jika bergerak berarti dioda rusak bocor tembus  katoda-anoda.
  8. Mengecek transistor NPN
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor .
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti  transistor rusak putus B-C.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (+)  pada basis dan probe (-) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar  5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti  transistor rusak putus B-E.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
    • Hubungkan  probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
    • Note : pengecekan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) padakolektor tidak diperlukan.
  9. Mengecek transistor PNP
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
    • Hubungkan  probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
    • Hubungkan  probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
    • Note : pengecekan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor tidak diperlukan.
  10. Mengecek Kapasitor Elektrolit (Elko)
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada kaki (+) elko dan probe (+) pada kaki (-) elko.
    • Pastikan jarum multimeter bergerak kekanan sampai nilai tertentu (tergantung nilai elko) lalu kembali ke posisi semula.
    • Jika jarum bergerak dan tidak kembali maka dipastikan elko bocor.
    • Jika jarum tidak bergerak maka elko kering / tidak menghantar.

Kamis, 03 November 2011

Flouride zat berbahaya?

Semua udah tau kan sama kandungan di pasta gigi yang bernama fluoride...Ternyata fluoride ini merupakan kandungan yang berbahaya bagi manusia...berikut adalah fakta tentang bahayanya fluoride...cekidot



* Fluoride meningkatkan resiko Osteoporosis (keropos tulang), kerangka tulang tidak beraturan, dan Arthritis (Asam Urat). Para ilmuwan EPA Washington mengumumkan bahwa meningkatnya jumlah orang yg memiliki gejala ‘carpal-tunnel’ dan sakit asam urat diakibatkan oleh proses fluoridasi dalam air minum. Dan di India Tengah, pencemaran fluoride pada air akibat sebuah penggalian yg tidak melalui pengujian, menyebabkan PENDERITAAN ASAM URAT YANG SERIUS PADA JUTAAN ORANG!!! Yang merupakan BENCANA NASIONAL. (Manchester Guardian 9 July 1998). Pelayanan Kesehatan Masyarakat AS telah menyatakan bahwa fluoride membuat TULANG LEBIH RAPUH dan EMAIL GIGI LEBIH MUDAH MENYERAPNYA (kandungan fluoride dlm pasta gigi)
* Fluoride memicu Kerusakan Otak. Fluoride menurunkan kapasitas kecerdasan manusia, terutama Anak-anak. Tingkat kecerdasan anak-anak yg menggunakan fluoride SECARA SIGNIFIKAN lebih rendah dari anak2 yg tidak diberikan fluoride. (Li, X.S., Zhi, J.L., Gao, R. O., ‘Efek pemberian Fluoride Terhadap Tingkat Kecerdasan Anak-anak,’ Fluoride; 28:182-189, 1995). Percobaan Dr. Phyllis Mullinex terhadap tikus menunjukkan efek keracunan syaraf yg bervariasi pada setiap tahap kedewasaan, baik hewan dewasa, hewan anak-anak, atau melalui placenta ketika bayi masih didaalam perut. Sampel yg mendapatkan fluoride sebelum lahir akan terlahir sebagai anak hiperaktif DAN AKAN TETAP SEPERTI ITU SEPANJANG HIDUPNYA. Mereka yg diberi fluoride ketika berusia muda menunjukkan aktivitas yang DEPRESIF. Tahun 1998 Guan et al. memberi dosis yg sama dengan yg digunakkan Mullenix dan menemukan pada percobaannya bahwa beberapa zat kimia kunci dalam otak, ZAT YG MEMBENTUK SELAPUT SEL OTAK, pada tikus yg diberi Fluoride tidak terlihat/ KOSONG.
* Fluoride menyebabkan kemandulan. Ilmuwan Administrasi Makanan dan Obat (FDA) melaporkan korelasi yg erat antara menurunnya tingkat kesuburan perempuan kelompok usia 10-49 dg meningkatnya penggunaan fluoride.
* Penelitian baru2 ini di Jurnal Penelitian Otak mendapati 1 ppm fluoride dalam air akan meningkatkan kandungan alumunium dalam otak tikus percobaan dan memproduksi sejenis zat yg merusak otak (amyloid deposits) berhubungan dengan penyakit Alzheimers dan jenis2 lain dari kegilaan.
* Dr. Phyllis Mullenix dari Institut Penelitian Forsyth Universitas Harvard (Institut penelitian gigi) menerbitkan sebuah penelitian yg menunjukkan bhw FLUORIDE LEBIH EFEKTIF DARI PADA TIMAH DLM MENURUNKAN TINGKAT IQ pada anak-anak. (situs naturalrearing.com)
* Penggunaan Fluoride selama masa kehamilan hingga setahun meningkatkan 1% KETIDAKMAMPUAN BELAJAR pada anak-anak. (Penelitian Universitas Florida Selatan)
* Fluoride menyebabkan keretakkan pada tulang pinggul. Air minum yg mengandung Fluoride akan menyebabkan KERETAKKAN TULANG PINGGUL 2 KALI LIPAT (200%!!!) dari jumlah keretakkan tulang alami, baik pada laki2 maupun perempuan. Bahkan tingkat yg sangat kecil dari Fluoride sejumlah 0.1 ppm pun tetap saja menunjukkan kenaikan angka statistik keretakkan tulang pinggul yg signifikan (Bordeaux Penelitian JAMA 1994)
* Flouride memiliki pengaruh negatif pada sistem syaraf dan sistem kekebalan tubuh, dan pada anak-anak dapat mengarah pada kelelahan kronis, IQ yg rendah, tidak mampu belajar, kelesuan dan depresi (Situs bruha.com/fluoride/)
* Penelitian kanker oleh Program Toxicology Nasional melaporkan sampel yg diberi fluoride memiliki TUMOR THYROID, TUMOR RONGGA MULUT, DAN TUMOR HATI YANG SEBENARNYA JARANG TERJADI.

sumber :http://www.alamathur.com/2010/02/fak...kah-masih.html

Kamis, 27 Oktober 2011

Informasi penting dalam penyusunan RPP

Informasi penting dalam penyusunan RPP

1.      Standar kompetensi  mengutip dari silabus

2.      Kompetensi Dasar mengutip dari silabus

3.      Indikator Pencapaian mengutip dari silabus dengan catatan kalau ditemukan dalam silabus kata kerja tidak memenuhi persyaratan yaitu kata kerja operasional, dapat diamati (observable) dan atau dapat diukur (measurable) harus diganti. Contohnya di temukan kata ”memahami” harus diganti dengan kata kerja yang memenuhi pesyaratan ( menyebutkan, menjelaskan, mendeskripsikan, mendefinisikan)

4.      Tujuan pembelajaran
Isi  tujuan pembelajaran harus mengacu pada indikator dengan rumusan yang mengandung aspek : A, B, C, D
A   = Audience      yaitu siswa
B   = Behaviour,  yaitu kemampuan yang akan dicapai. 
         contoh: dapat menjelaskan / menyebutkan  ............
C  = Condition, yaitu syarat untuk mencapai kemampuan tersebut,
         misalnya: Melalui diskusi kelompok, .................
  Setelah mempelajari kompetensi dasar ................dst
 D = Degree,  yaitu tingkatan atau sampai sejauh mana tingkat kemampuan yang akan dicapai. contoh: .
.................. dengan benar 
.................. sesuai prosedur
.................. menurut pendapat .............

5.      Materi pokok pembelajaran
Materi Pokok Pembelajaran boleh ditulis dengan Materi Ajar atau  Materi Pembelajaran.
Isi dari materi pokok pembelajaran adalah uraian singkat atau pokok-pokok materi yang akan diajarkan

6.      Metode Pembelajaran
Tuliskan metode apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam satu kegiatan pembelajaran, bisa mempergunakan berbagai metode yang disesuaikan dengan kebutuhan saat itu.

7.      Kegiatan Pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran sebutkan langkah-langkah yang akan ditempuh sesuai dengan metode yang telah ditentukan sebelumnya, dengan memperhatikan bahwa yang  harus ditonjolkan adalah kegiatan belajar siswa atau pengalaman belajar siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan.
Kegiatan pembelajaran pada dasarnya terdiri dari 3 jenis kegiatan:

1. Kegiatan awal/pendahuluan, mencakup: pengkondisian kelas, apersepsi dan motivasi
2. Kegiatan inti, mencakup :  eksplorasi (menggali informasi), elaborasi (mengembangkan dan memperluas informasi), dan konfirmasi (menegaskan kembali materi/informasi yang telah dibahas)
3.   Kegiatan penutup, mencakup:
-       refleksi ( merenungkan dan mengkaji ulang materi yang sudah disampaikan)
-       Menyimpulkan/membuat rangkuman
-       Evaluasi
-        Informasi materi yang akan datang
-       Kalau ada pemberian tugas mandiri  terstruktur atau tugas mandiri tidak terstruktur

8.      Alat/media, bahan dan sumber belajar
-       Alat/media adalah alat yang digunakan pada saat pembelajaran berlangsung
-       Bahan adalah benda atau barang  yang digunakan/dibutuhkan  untuk kegiatan pembelajaran terutama pada saat praktik
-       Sumber belajar adalah berbagai macam sumber/bahan ajar misalnya: buku teks, handout, modul, CD interaktif, transfaransi, software power point dan sebagainya

9.      Penilaian:
Penilaian bisa menggunakan dua jenis penilaian yaitu: Tes dan Non Tes
Penilaian Tes terdiri dari:
-  Uraian (essay),  Obyektif Tes, Tes Praktik
-  Bentuknya bisa tes tertulis dan tes lisan

 Tes tertulis terdiri dari Uraian dan Obyektif Tes
-       Bentuk Uraian : Uraian Terbatas dan Uraian Bebas
-       Bentuk Objektif  Tes: Melengkapi /Isian Singkat (Completion), Pilihan Ganda (Multiple Choice), Betul Salah (True False), Menjodohkan (Matching).

Selain jenis dan bentuk penilaian perlu juga dicantumkan butir-butir soal, baik langsung pada RPP maupun terlampir. Maksudnya adalah agar  kita bisa mengukur kesesuaian antara soal dengan materi, tujuan pembelajaran dan indikator .


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah                   : ......................................................................
Mata Pelajaran                  : ......................................................................
Kode                                  : ......................................................................
Kompetensi Keahlian       : ......................................................................
Kelas / Semester               : ......................................................................
Tahun Pelajaran               : ......................................................................
Alokasi Waktu                   : ......................................................................


I.              Standar Kompetensi
.......................................................................
II.      Kompetensi Dasar
- .......................................................................
- .......................................................................
III.     Indikator
- .......................................................................
- .......................................................................
IV.    Tujuan Pembelajaran
- .......................................................................
- .......................................................................
V.     Materi
- .......................................................................
- .......................................................................
VI.    Metode Pembelajaran
        - .......................................................................
         - .......................................................................
VII.   Kegiatan Belajar Mengajar
A.        Kegiatan Awal
- .......................................................................
- .......................................................................
B.        Kegiatan Inti
- .......................................................................
- .......................................................................
C.        Kegiatan Penutup
- .......................................................................
- .......................................................................
VIII.  Alat, Bahan dan Sumber Belajar
- .......................................................................
- .......................................................................
IX.    Penilaian
A.        Jenis dan Bentuk Tes
- .......................................................................
- .......................................................................
B.        Butir-butir Soal
- .......................................................................
- .......................................................................
C.        Kunci Jawaban
- .......................................................................
- .......................................................................

 
Megetahui,                                                                           Palabuharatu, ...2011
Kepala Sekolah                                                                        Pendidik,

(........................)                                                                      (........................)

PERANGKAT  PEMBELAJARAN  PENDIDIK
  1. Analisis Kurikulum
  2. Kalender Pendidikan
  3. Jadwal Mengajar
  4. Silabus
  5. Rancangan dan Kriteria Penilaian
  6. Program Tahunan
  7. Program Semester
  8. RPP
  9. Bahan Ajar
  10. Media Pembelajaran
  11. Perangkat Evaluasi
  12. TMT dan TMTT
  13. Remidial
  14. Daftar Hadir
  15. Daftar Nilai    

Rabu, 05 Oktober 2011

MENUJU ALMADINATUL MUNAWARAH MEMBINA PERDAMAIAN



INILAH DRAMA “PERDAMAIAN”
NAFAS JIBRIL GELORA HATI ALMUSTAFA
SINAR YANG MEMECAHKAN KEGELAPAN
TEROMPET UNTUK MENENTRAMKAN HURU – HARA
NUR BAGI “SIRATAL MUSTAQIM”
PEMBANGKIT TIMUR DAN BARAT
IRAMA KALBU, SENANDUNG HIDUP SETIAP MUSLIM

HENDAK KU PENTASKAN DI PANGGUNG KEHIDUPAN
DI PADANG KERSANG DI TANAH LEMPUNG INI
DITENGAH – TENGAH PEKIK SORAI KEHIDUPAN
DI SEANTERO PERMUKAAN BUMI INI
DI WADI – WADI KEHIDUPAN NASIONAL
DI DALAM PESTA DI BELAKANG TIRAI BESI
DI DALAM MAJELIS DI BENTENG DUNIA MERDEKA

PERSAKSIKANLAH DAN LIHAT NANTI…..
SATU ABAD YANG LAIN, ABAD YANG BELUM BERNAMA
SIFAT KEHIDUPAN PENAKA FAMILY
TIADA TEMPAT DENGKI DAN TAMAK
TASIKNYA RIMBUN NGARAINYA RINDANG
TIADA INSAN MATI TAK PUNYA
SATU “ KEHIDUPAN SEPERTI ORGANISME”

IKUTILAH KEKASIH MUJAHIDUN…..
SIAPKAN DIRI BAGAIKAN MUSTAFA
DI SEMUA BABAK ATAU ADEGAN
SEBAGAI PENYANYI, PENARI, PELAKU, DAN SUTRADARA
DAN…..BILAKU GAGAL,
JATUH TERLINTANG ATAUPUN HILANG TAK TENTU RIMBA
MAJULAH KEDEPAN
LANJUTKAN DRAMA INI

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More